Tetap Makan Karbohidrat Tapi Berat Badan Turun? Ini Caranya

Makanan mengandung karbohidrat.
Nasi, roti atau kentang adalah salah satu makanan pokok yang sering kita konsumsi. Rasanya belum makan, jika kita tidak mengonsumsi salah satu makanan pokok tersebut. Namun makanan pokok ini seringkali disebut sebagai biang kegemukan.

Ya, apalagi kandungan makanan pokok ini sebagian besar adalah karbohidrat, yang mengandung gula cukup tinggi. Maka tidak heran, jika mereka yang sedang menjalankan program diet, akan membatasi atau bahkan menghilangkan makanan pokok yang satu ini.

Tapi tunggu dulu, sebelum Anda benar-benar menghilangkan sumber karbohidrat ini, maka perlu diketahui jika Anda bisa menurunkan berat badan meskpiun mengonsumsi karbohidrat. Ahli gizi asal Australia ini menjelaskannya secara lengkap.

Dikutip dari Daily Mail, ahli gizi dan pelatih kesehatan dari Australia, Lee Holmes, baru-baru ini berbicara tentang mitos ini dan mengungkapkan mengapa batasan terhadap karbohidrat perlu dicabut.

"Kita hidup di dunia di mana setiap orang terobsesi dengan label. Kita perlu bebas gluten, paleo, vegan, bebas susu, bebas gula, mentah dan sangat sehat. Sementara saya mengerti bahwa semua diet berbeda, mereka tampaknya kehilangan aspek penting. Bagaimana dengan menikmati hidup?," ucap Lee.

MITOS: ANDA MEMBUTUHKAN CUKUP KARBON UNTUK MENCEGAH BERAT

Karbohidrat bukanlah musuh. Sebenarnya, karbohidrat bisa membantu mencegah kenaikan berat badan.

"Seringkali ketika orang mencoba menurunkan berat badan, mereka menghapus salah satu dari tiga macronutrients penting; salah satunya karbohidrat," kata Lee.

Dengan mengurangi karbohidrat, seperti dalam makanan ketogenik, kita akan kehilangan banyak nutrisi penting yang dapat mendukung kesehatan usus dan sistem kekebalan tubuh kita.

Karbohidrat penuh serat dan prebiotik dan probiotik untuk membantu fungsi usus kita. Jika Anda makan karbohidrat yang tidak dimurnikan, seperti buah, sayuran bertepung dan beberapa biji-bijian seperti gandum, Anda tidak perlu takut menambah berat badan!

MITOS: JANGAN MAKAN SETELAH JAM 7 MALAM ATAU ANDA AKAN GEMUK

Lee mengatakan, tidak demikian. Ia pernah mendengar orang-orang mengoceh tentang bagaimana mereka kehilangan sejumlah bobot badan saat mereka berhenti makan di malam hari.

Ia mengatakan, jika Anda lapar setelah makan malam, tidak apa-apa untuk makan. Pastikan untuk mengambil sesuatu yang lebih sehat dan seperti buah segar atau sesendok es krim.

MITOS: JUS BUAH-BUAHAN BURUK UNTUK ANDA

"Kapan jus jeruk menjadi makanan buruk? Saat mereka mengandung banyak gula. Makanan segar, seperti buah dan sayuran tidak perlu ditakuti seberapa pun banyaknya dikonsumsi," kata Lee.

Jus buah kemasan tidak mengandung serat buah, jadi lebih baik memakan keseluruhan buah yang masih segar.

MITOS: ANDA HARUS KONSUMSI GULA SAAT DIET

Gula adalah salah satu topik yang paling kontroversial yang sering disalahpahami, ketika menyangkut kesehatan.

"Mari kita bicara tentang gula. Dengan mengurangi gula, Anda tidak hanya memotong kue dan permen, Anda juga harus mengurangi semua termasuk semua makanan olahan, buah dan bahkan beberapa sayuran," kata Lee.

"Siapa yang ingin menjalani hidup tanpa ubi jalar dan pisang? Sementara itu, penting untuk memperhatikan asupan gula Anda dan mengurangi konsumsi makanan olahan, saya rasa tidak baik bagi kita untuk tidak makan gula sama sekali," tambahnya.

MITOS: ANDA HARUS DIET UNTUK MENCEGAH BERAT

"Apakah melakukan diet benar-benar membuat Anda menurunkan berat badan? Menurut pendapat saya, kata diet berharap tidak pernah ada," kata Lee.

Ketika kita menjadi sangat asyik dan terobsesi mengikuti diet ketat semacam itu, hal itu dapat membahayakan kesehatan mental dan kehidupan sosial kita.

"Jauh lebih sehat bagi kita untuk tetap makan cokelat dan menikmatinya daripada merasa bersalah karena makan cokelat! Plus, mari kita kembali fokus untuk menambahkan hal-hal bagus dengan tidak banyak membatasi konsumsi makanan tetapi harus bijak mengaturnya.

Foto: dailymail.co.uk
loading...

0 Response to "Tetap Makan Karbohidrat Tapi Berat Badan Turun? Ini Caranya"

Post a Comment